Pages

26.7.23

2023, Berdarah-darah

Hai.
Hmm, agak kaku sih pas nulis ini sebenernya. Kepala buntu banget mau nulis kata apa pertama kali. Jadinya, aku tulis aja apa adanya yang keluar dari jadi yang udah keproses di otak.
Cuma mau bilang aja, "Sus, you did a great job! Ya, even sampe berdarah-darah. Literally, berdarah-darah"
Beberapa waktu lalu, aku memutuskan untuk ke dokter kandungan. Kebetulan aku mengalami haid yang tak kunjung berhenti. Tau kan, kalau udah panik terkadang emang lebih baik berdiskusi dengan ahlinya daripada prasangka ini jadi racun. Aku pergi ke dokter spesialis di RS. UIN Syarif Hidayatullah. Rumah sakit yang searah dengan aku mau ketemu teman-temanku SMK. Kenapa kesini juga karna satu-satunya ada Sp.Og yang perempuan (mungkin karna RS Islam ya) harus ke sesama perempuan untuk cek "itu". Kedua, karna disini yang buka ketika tanggal merah. Offcourse, karna aku cuma bisa ketika weekend dan tanggal merah.
Yap, sebetulnya aku udah pernah didiagnosa sebagai perempuan pengidap PCOS oleh dokter di RS. Brawijaya yang deket rumah. Sedikit syok, apalagi aku ga pernah sama sekali ada keluhan kandungan. Ini sekitar tahun 2021. Fast forward dengan kondisi gaya hidupku yang ancur banget, mungkin dampaknya kerasa sekarang.
Masuk ke ruangan dokter Seprializa, aka dokter kandungan ku, beliau memberikan informasi bahwa aku emang dinyatakan kambuh PCOS. Again, setelah transvaginal USG. Ugh, ga enak banget USG via "itu". Cuma, ya mau gimana lagi, kan harus sembuh.
Jujur, aku bingung mau bereaksi apa, yang jelas aku cuma merasakan "Yaudah sus, kamu emang kudu atur hidupmu".
Sebetulnya jadi banyak mikir sih setelah dari dokter kandungan. Am I good? Melakukan pekerjaan yang super banyak ini bahkan aku bisa bilang aku cukup hardworker. Banyak hal lain, aku memang move ke divisi baru sebagai Business Development aka Sales dengan target cukup gila. Apakah ini dampak dari itu? atau emang gaya hidup lama ku yang sekarang bom waktu itu meledak? I don't know sih, yang jelas aku cuma bisa bertahan dengan diriku sendiri.
Mungkin ada yang pernah follow aku di hi.olana via instagram juga akan tahu, kalau aku sedang rajin pilates. Awal mula sih kayaknya ketika pilates aku ada bercak. But again, I dont know. Dokterku sih menyarankan lanjut aja untuk Pilates jadi aku akan coba.

Oke sus, selama kamu masih sandwich, you need to focus on your health and your career. Good job. Segini dulu curhat 15 menit nya yah Blogku.
Maaf aku tinggalkan terlalu lama.

7.8.22

Berbagai Penawaran Terbaik Yang Ada Di First Media Untuk Pelanggan

Hands with laptop and virtual world map

Bagi Anda pelanggan First Media Jasa Telekomunikasi, solusi cerdas untuk kenyamanan di rumah saja terdapat beberapa tawaran menarik yang diberikan. Selain akses internet yang tak terbatas dan cepat serta dijamin stabilitasnya, Perusahaan jasa tersebut juga memberikan special deals untuk penggunanya.

5.9.21

List Prioritas Alat Kebersihan Rumah (Klik Gambar untuk Referensi Online Shop)

Prioritas cleaning tools jika masih baru menempati rumah yang kosong atau pasutri baru tinggal di tempat baru intinya siapapun yang belum kepikiran buat beli apa aja alat kebersihan jika sudah tinggal di luar rumah orang tua.

Here we go.

1. Sapu lantai. Ini sangat penting buat bersihkan debu atau rambut di rumah. Banyak yang bertanya sapu kamu ini beli dimana. Dari kami ini beli di @ace_theparksawangan supaya ada sisirnya ketika rambut nyangkut di sapu. Nah tetapi disini aku mau share kalau ada referensi sapu di shopee yang lebih murah dan dengan tampilan lebih bagus. 

Referensi Online shop: Angola Official Shop

2. Pel-pel an. Alat pel. Ketika selesai nyapu jangan lupa di pel supaya lantai ga minyakan. Suami beli ini di @tokopedia. Ketika ditanya alasan supaya ga terlalu berat dan bisa mencapai sudut datar di tembok (paham ga ya?) Dan ada peresan nya di ember itu.


Referensi Online shop: GM Bear

3. Kain serbaguna buat membersihkan apapun. Entah keset karna belom ada keset. Buat bersihkan peralatan rumah, macem meja, jendela, dsb.

Referensi Online Shop: Rinnig Ikea

4. Pembersih kaca. Ini opsional but good to have kalau rumahnya banyak kaca seperti rumah kami. Ini beli di @ikea dan mendadak. Padahal ada yang lebih lucu sih di jysk. Oh ya,ini tu pembersihnya ga menyinsakan residu jadi konsider saja yaa.

Referensi Online Shop: Nyttig Squeegee Woods JYSK

5. Penebah wkwkwk. Ini penting juga buat yang alergi debu jadi biar debu di kasur atau karpet di tebas dulu sebelum nyapu.
Referensi Online Shop: Penebah Versi Estetik

Yaa begitu ya guys. Maap ga aesthetic karna yaa yang penting fungsinya. ♡
#ZanaHome

23.7.21

Apa yang akan kamu lakukan jika bisa memilih antara kembali ke masa lalu atau masa depan

Jam 11 malam di hari Jumat, seorang teman lama yang masih intens memberikan pertanyaan: 
"Apa yang akan kamu lakukan jika bisa memilih antara kembali ke masa lalu atau masa depan?"

Sepertinya dengan pilihan secara spontan akan dengan mudah ditebak bahwa seseorang sedang mengalamai hal yang baik-baik saja atau kurang menyenangkan. 

Jika aku, saat itu, spontan memilih masa lalu. 

Alasan sederhana, aku ingin bahagia di masa kecil. Aku ingin memberi asupan inner child ku menjadi lebih ceria, lebih semangat menjalani aktivitas sesuai umurku, saat itu. 

Kemudian seperti biasa, suamiku yang rasional memberikan cerita tentang beberapa film yang telah ia tonton, salah satunya menggambarkan bahwa jika kamu memilih masa lalu, kemungkinan akan kehilangan di masa sekarang? Lalu bagaimana pilihanmu? Masihkah sama?

Pertanyaan yang awalnya sederhana sebagai obrolan sosial ini menjadi lebih serius. 

Ya, lalu gimana jika berubah masa sekarang dan masa seterusnya? Akankah aku tetap memilih masa lalu?

Namun, jika aku memilih masa depan, bukannya aku akan menghadapi hal yang lebih mengejutkan seperti kematian, perpisahan, atau mungkin masa tua yang kesepian tanpa alasan. 


Masa lalu, memang menggambarkan bahwa kemungkinan adanya masa kurang bahagia kala itu, namun bukan jaminan jika aku bisa merubah bahagia di masa lalu kemudian masa depan menjadi lebih bahagia. 

Membuat bingung saja. Kalau kalian dihadapkan pertanyaan itu, apa yang akan kalian pilih? 

11.4.21

Review Bardi SMART WAKE UP LIGHT Untuk INSOMNIA

Selamat malam teman-teman semuanya. Maaf sering absen untuk memperbarui cerita online. Maklum, sebagai konsultan memang harus sering fokus di hari kerja dan kalau akhir pekan lebih sering fokus quality time dengan keluarga dan diri sendiri.

24.12.20

Elegan Di Rumah Sederhana - Review Bardi Smart LED Strip

Selamat menikmati liburan teman-teman. Apa kabar?

Beberapa waktu lalu, Bardi Indonesia memberikan pesan bahwa mereka ingin memberi saya 2 produk unggulannya. Namun, produk yang mereka tawarkan tersebut memang sudang saya beli terlebih dahulu sebelum ada pesan dari mereka ini. Sehingga, saya meminta untuk merubah produk SMART BULB 9W – RGBWW + IR Remote 8M dengan LED STRIP 4M – RGBWW + ADAPTOR FOR LED STRIP – 1A – RGBWW . And they approved it!

7.12.20

Semewah itu hasil jahitan di Pak Dedi Lebak Bulus


Alhamdulillah, akhirnya melalui masa ini juga. Dimana memasuki masa awal baru, yaitu komitmen untuk hidup berdua dengan seseorang hingga akhir masa. Semoga, kamipun tetap berjodoh di surga.

Cita-cita sejak dulu ketika ada acara pernikahan sendiri, ingin membuat dress sederhana yang aku pakai seharian. Pikirku adalah sekali seumur hidup. Walaupun tidak berekspektasi akan secepat ini menikah. Ternyata, banyak hal yang harus dilewati. Dengan segala macam usaha, drama, dan doa akhirnya selesai juga baju yang aku idamkan ini. Warna netral dan tidak mencolok karena saya sendiri kurang nyaman jika menjadi center of attention. Sebenernya juga di pajang di kuade pun adalah center of attention, tetapi saya ingin menghindari terlalu lebih dilihatin.

30.8.20

KPR : Menepis Idealis dengan Realita - Pondok Cabe Townhouse

Disclaimer: Sudah berani bercerita karena dari cerita ini sudah menghasilkan kesimpulan. Tolong baca sampai akhir ya. Cheers.

 
Haluuuw, apakabar pembaca blogku yang mungkin tidak sengaja muncul ketika mencari di Google atau emang teman terdekat yang kebetulan saja kepo dengan Instagramku. Semoga hari hari ketika pandemi ini selalu membuat kita dalam keadaan sehat dan stay positive!

Saat ini aku sedang ingin curhat saja tentang kehidupan setelah menikahku. Awalnya memang santai saja kami berdua dengan kehidupan sederhana ini. Tinggal di kontrakan kecil dengan semua apa yang kami butuhkan tersedia disini. Seneng? Banget! Tanda bersyukur kami adalah tidak hidup berlebihan.

Tapi, realitanya kami mungkin tidak akan bisa seterusnya begini. Kami harus mencari tempat tinggal tetap, dimana yang dimaksudkan adalah tempat tinggal milik sendiri atas nama sendiri. Sebenarnya, dalam hatiku yang paling dalam, aku masih ingin memiliki rumah dengan cara pembelian tunai sebagaimana orang tuaku lakukan. Beliau (kedua orang tuaku) membeli rumah ketika aku sudah SMP, ketika sudah memiliki anak sebesar itu, sebelum-sebelumnya aku masih tinggal dirumah kontrakan dan atau tinggal bersama tanteku. 

20.8.20

Virtual Photoshoot by @slowsunday.id

Entah kenapa tiba tiba kepengen aja ikutan trend. *not so me. But this shit happen. Taraaa....


Our First Date in Malang

Ini adalah foto ketika keluar berdua di Malang, sebagai pasangan. Trus bikin heboh juga di circle karna dari yang awalnya diem diem pacaran selama beberapa bulan eh, tau tau post foto dan saling tag.

Gambar ini dipesan di adeknya kakak kelasku di SMK. Instagram nya : @gambarpida Jangan lupa pesan disana ya guys. Murah meriah.. Itungannya per kepala kok.

10.3.20

Review Belanja di Ikea.co.id

Beberapa hari yang lalu aku mencoba membeli produk ikea melalui ikea.co.id. Sebelumnya meragukan membeli di website ikea karena terpaku pada ongkir yang mahal. Tetapi setelah dihitung-hitung kembali, totalnya tidak jauh berbeda dengan total transport menuju Ikea Store. Sebagai informasi saja, tempat tinggal saya di Jakarta dan Ikea Store hanya ada di Alam Sutera, Tangerang atau di Sentul, Bogor.

2.3.20

Prewedding Mendadak bersama SlowSunday.id

Kesepakatan awal dengan mas Zaq, kami tidak akan ada dokumentasi pra/prewedding. Kenapa? Karena kami fokus ke menyimpan tabungan untuk hal yang lebih penting, seperti bantu orang tua, seserahan, dokumentasi wedding, dan sebagainya. Akan tetapi dua bulan menjelang hari H, ibuku sendiri mengisyaratkan untuk foto prewedding sebagai kenang-kenangan. Akhirnya dari situ, aku dan mas Zaq memutuskan mencari-cari fotografer yang kiranya kita kenal dengan harga super-duper bersahabat. Sekadar info aja, kami berdua sama-sama tinggal di Jakarta dan harga apapun disini lumayan menguras kantong.


22.2.20

Mencoba Resep Willgoz Mengawetkan Bawang Putih

Ada yang tahu Willgoz alias William Gozali?
Kalau malas Googling, maka ini saya ambil cuplikan kalimat dari Wikipedia, William Gozali adalah seorang store supervisor asal Indonesia. Dia merupakan pemenang MasterChef Indonesia 3 dan mendapatkan gelar The Next MasterChef Indonesia. Tentu sudah tau MasterChef dong? Kalau ga tau juga dan malas Googling, nih saya kasi cuplikan kalimatnya. MasterChef Indonesia adalah acara televisi pencarian bakat memasak yang diadopsi dari acara Inggris MasterChef yang tayang di stasiun televisi RCTI. Acara ini pertama kali dimulai pada 1 Mei 2011 dan pada tahun 2019 acara ini berjalan selama enam musim. Cukup itu saja yang perlu diketahui untuk bisa memahami blog saya kali ini.


19.2.20

Menikah - Prolog

Pernikahan seolah-olah menjadi tujuan akhir seseorang bahwa dia berhasil mencapai puncak. Padahal, itu adalah awal dari sebuah rute baru untuk melipatgandakan persoalan. Bagaimana tidak, dulunya masalah hanya 1 karena sendiri, sekarang masalah ada 2, yaitu masalah pasangan dan masalah sendiri. Bedanya, sekarang 2 itu terjadi karena dibagi. Kalau kita menjadi pasangan yang baik, akan terasa menjadi setengah masalah diangkat masing masing, tetapi kalau menjadi pasangan yang acuh, mungkin ya terasa berkali-kali lipat memundaknya. Seperti beberapa hari lalu, saya kesal dengan social media, kenapa saya harus di hide oleh seseorang, saya meluapkan ke mas Zaq. Coba bayangkan kalau mas Zaq cuek, mungkin saya sudah badmood seharian di kantor. Sedang mas Zaq kena dampak juga jadi ikutan bete.


24.10.19

Skin Care Terbaik Setelah Lepas Cream Dokter (irreplaceable skincare)

Desember tahun 2017, aku berhenti menggunakan produk wajah "E**a". Sejuta alasan ingin berhenti tak seperti tanpa alasan pertama memakai. Loh kenapa? Ya, karena waktu aku memutuskan memakai "E**a" juga ga tau karena apa. Langsung masuk aja buat konsultasi trus dikasi resep, beli, dan pulang. Emang bikin muka cerah sih walau ga jadi putih. Tetapiii, ya itu, mahal. Aku juga curiga jikalau bakal kecanduan. Lagian aku juga bukan tipe yang problem banget wajahnya. *AWALNYA SEBELUM MEMAKAI KRIM INI*.

Dingin saat Panas Terik


Add caption
Waaaah sudah hari kamis lagii. Saatnya ku ulik folder foto-foto lamaku nih untuk mencari foto badanku yang menunjukkan pakaianku.
Dan ketemulah ini di tahun 2018 lalu ketika ke Singapore.

16.10.19

BlackPink?

Kombinasi warna pink dan hitam memang sangat unik. Apalagi dipadukan dengan high-top converse 70.
Black and Pink
Black and Pink


Tahun kemarin, aku memutuskan bertemu Yullyo dengan segudang idenya untuk foto OOTD. Dan selalu, aku harus siap dijadikan object nya.
Terima kasih Yuls!

Hijab : Rashawl.
Top : Shein Official. Itupun gratisan dari si Ilham yang mau beliin Wungu. Haha
Bottom : DuaPula.
Shoes : converse chuck taylor 70s.


- susi octalana -

13.10.19

25 - Menuntaskan Quarter Life Crisis

Pengalaman Quarter Life Crisis - Terima kasih Pengalaman!

11 Oktober 2019.
Tahun silver. Bagiku.

Menuntaskan Quarter Life Crisis! Always Smile!
Menuntaskan Quarter Life Crisis! Always Smile!
Yak, tempat lain Toilet Selfie!
Terima kasih Zaqi! Baik! Aliran Contreng Oranye!
Terima kasih tim -IlmuOne Data. 
Dampak Setelah Quarter Life Crisis - 164cm/50kg HAHAA

Now Playing: Maroon5 - Memories.
Membuat mood meningkat ketika menulis ini. Hihi.

Teman-teman, saya berusia 25 tahun. Kalau di inner circle ku, I'm the oldest. Sekitarku rerata usia 19-24 tahun. Bahkan my boyfriend aja 24 tahun.
But, it's alright. Tua bukan berarti jiwa ikut menua. Aku tetap berusaha menjadi orang yang selalu berjiwa muda dan bersemangat.
Terima kasih teman-teman yang sudah mengucapkan baik dengan social media, chat, maupun secara langsung. Juga secara diam dengan doa, terima kasih. Semoga doa-doa baik dari teman semua di ijabah Allah. Amiin.

Aku selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Pikiranku selalu menekankan hal seperti itu. Susahnya adalah ketika tak ada yang mengingatkan kalau aku dijalan salah, sehingga aku selalu butuh orang sekitar untuk menampar sedikit keras karena jiwaku yang kaku ini butuh lebih keras untuk menyadarinya. Apalagi perjalanan menuju usia 25 tahun ini sangat-sangat berat kalau aku tak ada teman ber-curah. Ingin sedikit berbagi dengan keadaan kemarin dimana orang-orang sering menyebutnya dengan Quarter Life Crisis. Jadi, apa sih itu?
Menurut yang aku cari di internet, idntimes, masa di mana seseorang yang berusia 25 tahunan mempertanyakan hidupnya. Di masa yang merupakan puncak kedewasaan seseorang ini, orang mulai meninjau kembali masa lalunya, apa yang telah ia lakukan, apa yang ia dapatkan, dan bagaimana kehidupannya di masa datang.
Sedangkan apa yang aku rasakan di masa itu adalah aku merasa tidak berguna. Benar-benar ga penting dan ga ada yang bisa aku lakukan. Mari coba aku list saja apa yang aku rasakan kemarin.

1. Karirku.
Aku itu, ingin setelah lulus kuliah diangkat menjadi karyawan tetap dikantorku sebelumnya. Tetapi aku sadar, aku siapa. Aku hanyalah anak outsourcing yang kebetulan beruntung bekerja di perusahaan sebesar itu. Kebetulan juga, hanya aku yang bisa menempati posisi itu di antara pesaingku 5 tahun lalu (or more). Saat aku mempertanyakan itu, aku sadar, aku ternyata bukan siapa-siapa. Aku bisa saja digantikan orang lain karena skillku , juga bukan apa-apa. Aku mulai malas bekerja. Sering datang terlambat, yang benar-benar terlambat. Aku emosi. Sering sekali aku melampiaskan ke orang sekitarku. Termasuk pasangan. I feel no one knows what I feel. Makanya, saat itu aku memutuskan untuk mengakhiri kontrak tanpa tau akan bekerja dimana. Terlalu terburu-buru sih, tetapi, aku sudah tidak sanggup menjadi orang yang ga ada masa depan di posisiku itu. Aku mencoba banyak hal, mencari perusahaan besar, karena ambisiku adalah ingin di cap imej, aku dapat perusahaan besar dan posisi bagus daripada posisiku saat itu. Aku ingin mendapat pengakuan. Ingin mendapat yang lebih daripada posisiku saat itu. Kalau dipikir sekarang, aku merasa malu. Karena itu adalah marah pada diri sendiri.

2. Bukan apa-apa.
Setelah nomor 1 itu, aku mulai mencari banyak pekerjaan. Aku merasa aku bisa. Lolos dengan mudah. Aku merasa aku cukup. Tapi ternyata, setelah aku keluar dari zona ku, yang tidak pernah aku lakukan selama 5 tahun, aku malu pada diriku sendiri. Ternyata aku sebodoh dan sekecil itu pergaulanku. Hanya berkutat pada perusahaan besar di Indo. Apa yang perusahaanku sebelumnya anggap keren, ternyata aku adalah orang yang bukan apa-apa di luar. Kebetulan saja di perusahaan itu aku sendiri yang bisa. Aku drop. Aku banyak gagal. Meski perusahaan kecilpun, tak ada yang mau dengan aku. Aku ga bisa apa-apa. Aku menyesal dengan diriku sendiri. Ga mau belajar disaat aku luang. Yang aku lakukan hanya kerja-kerja-kerja. Ga mau cari hal baru menantang skill.

3. Finansial dan Pengangguran.
Nomor 1 dan 2 itu berdampak aku menjadi pengangguran. Kontrak abis. Pekerjaan yang aku harapkan( BUMN tahap akhir) ternyata menolakku dengan alasan yang tak aku tahu. Semua rencanaku gagal. Aku merasa sendirian. Merasa aku ini ga ada apa. Aku tak beruang. Aku tak ada tabungan. Aku menangis sejadi-jadinya. Yang aku lakukan adalah pulang ke rumah dengan perasaan malu. Tau sendiri kan, di kampung, kalau lebaran sering ditanyain yang ga penting, semacam kerja dimana, dsb. Orang tuaku menenangkan ku, "nduk, kan kamu mau S2" makin parah insecure ku. Aku ga ada uang untuk S2. Aku hanya mengandalkan uang pesangon dari asuransi dan ex-office. Itupun, uangnya bukan buat aku. Tapi buat orang lain. Aku ada apa. Aku benci dengan diriku sendiri. Kenapa dulu aku ga menabung atau kenapa aku dulu ga ada kepikiran untuk pelit dengan orang lain supaya aku kaya sekarang. Lagi-lagi, kalau aku memikirkan pikiran itu sekarang aku merasa bersalah dengan orang yang telah aku bantu. Aku merasa kurang bersyukur bahwa aku ini diberi kesempatan Tuhan untuk mendapat pahala dengan berbagi.

4. Kesepian.
Aku kesepian saat mulai pengangguran. Di kos aku hanya belajar dan mencari lowongan. Ga ada yang memanggilku. Ga ada yang tertarik dengan CV ku. Aku menginginkan serba instan. Jahat kan?
Aku merasa orang lain ga ada yang paham dengan aku, bahkan Zaqi aja aku anggap ga pengertian karena terlalu menuntut untuk mengerti dia. Padahal dia terlalu baik. Selalu mendengarkan curahanku, selalu kasi makan aku disaat aku tak ada tabungan itu. Dia sangat-sangat super. Tapi apa yang aku lakukan, hanya diam dan ga mau cerita apa yang aku rasakan. Aku hanya menyalahkan dia karna ga mau pengertian. Temanku, Wungu, pun juga pergi ke rumahnya. Vike, begitu. Dia menikah dan kembali. Nisa, menikah. Semuanya, seperti meninggalkan ku. Padahal lagi-lagi, kalau dipikir logis ini keterlaluan insecure nya.

5. USIA!
Nah ini. 1,2,3,dan 4. Itu semua karena aku merasa aku udah usia segini dan melihat orang sekitar dengan pencapaian yang keren di usia ku atau bahkan lebih muda. Aku masih jadi anak outsource atau bahkan masih pengangguran. Sedang yang lain, sudah mencapai posisi tertentu. Sudah memiliki usaha sendiri. Apa yang aku lakukan 5 tahun ini? Aku cuma apa. Sombongkah? Cukupkah?

Baca Juga: Skin Care Terbaik Setelah Lepas Cream Dokter (irreplaceable skincare)

Setelah aku menyadari semua yang aku rasakan ini, aku mencoba mempelajari hal-hal dengan pikiran lain. Coba mencari sudut pandang lain. Dengan aku dirumah, aku belajar dari ibuku, bapakku, ataupun keluarga dan tetangga dekatku. Mereka bekerja keras hanya untuk bertahan hidup. Bekerja keras untuk orang lain, entah istri,suami, anak, adek, orang tua. Mereka bekerja keras dengan waktu yang aku bingung, kenapa mereka bisa bekerja selama itu padahal aku cuma 8 jam 5 hari. Aku juga datang ke temanku yang sakit, dia bekerja 13 jam 6 hingga 7 hari seminggu. Aku? Aku cuma bisa menyalahkan dan mengeluh ke diri sendiri. Apa sih yang seharusnya aku lakukan.
YAPS, BERSYUKUR!
Aku mulai bangkit. Aku pengangguran memang, maka aku akan menikmatinya. Quality time bersama bapak-ibuk. Mencari ilmu baru. Memperbaiki CV dan linkedin. Juga tak lupa, menghibur diri dengan olahraga setiap pagi. Rasanya, perasaan ga penting nomor 1 sampai 5 itu hilang. Aku bahagia. Aku merasa cukup. Aku merasa kaya. Melihat orang lain sukses, aku justru merasa "ya wajarlah, mereka berusaha lebih keras dari aku".
Targetku, bukan lagi perusahaan besar. Di doaku, aku ingin mendapatkan ridho dan berkah di perusahaan baru. Aku ingin pintar ga cuma sekadar dapat uang dari gaji.
Alhamdulillah, dengan perusahan ini, aku merasa begitu. Bismillah.
Aku merasa cukup. Kalau dibayangkan, ini bukan perusahaan impian,ini perusahaan kecil se-kali. Ini tak terkenal. Tapi entah mengapa, aku merasa bahagia. Aku merasa kaya dalam hatiku. Aku jadi mudah menerima pelajaran baru, ga merasa sok pintar lagi. Aku merasa, aku sering bahagia hanya karena hal kecil. Tidak mudah kena dampak 'baper' karena hal kecil. Aku merasa aku baik-baik saja.

Bagaimana?
Apakah ini berguna bagi teman teman?

tolong dong, share juga pengalaman quarter life crisis-nya di komentar ya. Aku suka membaca :)

-susi octalana-

9.10.19

Label Baru OcLook untuk OOTD by Me!

OcLook adalah label blog untuk OOTD by me. Memang bukan fashionable person tapi ya cuma ingin sekadar share tentang bagaimana terlihat apik dengan outfit seadanya.
Proses awal memutuskan berpakaian tak hanya nyaman saat dikenakan namun juga enak dipandang adalah ketika pertama kali masuk ke dunia modelling (sekitar tahun 2015/2016). Saat itu sering sekali bertemu orang-orang yang penampilannya itu nyaman tapi juga sangat terlihat rapih dan well dressed. Sangat malu dan terlihat cupu sekali kala itu. Masuk ke dunia yang mungkin ga aku banget. Akhirnya, aku mencoba perlahan memperhatikan beberapa outfit di pinterest. Dari warna baju, bahan baju, dan cara-cara agar badan tak terlihat kurus sekali. Itulah sedikit cerita awalnya.

OcLOOK tips kondangan outdoor

Oke, sebagai permulaan mari aku mulai dengan outfit dengan tone warna yang aku suka yaitu putih dan coklat. Hampir ke earth tone. Ini adalah outfit kondanganku. Menghindari sekali memakai pakaian kebaya dan dress walaupun pernah. Alasannya sederhana, RIBET. Jadi kalau pakai pakaian RTW (Ready to Wear) gini tu enak. Bisa langsung pergi ke mall. Ga tengsin juga gegara salah kostum.

1. Pilih atasan bahan katun.
Alasannya tentu karna nyaman yaa. Karna ini juga kondangan outdoor otomatis panas apalagi ini di Jakarta. Katun sangat pas untuk pakaian di saat seperti itu. Menyerap keringat dan adem. Usahakan warna cerah. Biar ga makin gerah. Anw,ini bajuku dari tahun 2014 dan Alhamdulillah masih awet. 😍

2. Kerudung nya tak perlu ribet dan cari warna yang senada dengan celana.
Ini aku pinjam KAMIIDEA nya si bhekti. Cukup tegakkan di kepala, selesai.

3. Celana kulot.
Ini jahit sendiri. Cari warna yang cerah juga ya tapi tetap lebih gelap dari atasan. Tujuannya biar terlihat lebih jenjang sedikit. Buat ootd juga enak karna terlihat lebih bersinar di sore hari.

4. Wedges yang mini tapi terbuka. Ini apasih namanya. Ini tuh juga bikin terlihat jenjang karna kaki kita ter ekspose jadi keliatan panjang. Dan wedges membuat kaki kita terasa tinggi tapi di depan terlihat natural. Ga mengada ngada gitu kesan tingginya. Hihi.

OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor
OcLOOK tips kondangan outdoor


Itu aja tips kondangan outdoor dari saya. Tunggu OcLOOK selanjutnya yaa. Semoga tips kondangan outdoor ini bermanfaat ya.

-susi octalana-

3.10.19

"Bersatu Kembali Wujudkan Mimpi" - Connect Festival 2019

Bersatu Kembali Wujudkan Mimpi

"Bersatu Kembali Wujudkan Mimpi", kata-kata yang ada di otakku akhirnya bisa menjadi tema acara besar ikatan alumni sekolahku. Event besar ini bernama Connect Festival berlangsung di Usmar Ismail Hall, Jakarta tanggal 31 Agustus 2019 kemarin. Ini bagian penutup dari rangkaian seluruh acara Wikusama Festival (sebelumnya ada Games Festival atau dikenal dengan nama Wikucup).

Panitia Wikucup Sebelum Panitia Terpusat

Menjadi panitia tahun ini juga sebenernya sangat-sangat excited. Pengen ini itu. Pengen kerjain ini itu. Karena ini adalah tahun pertama terpusatnya kepanitiaan. Tetapi, menjelang 6 bulan acara berlangsung, ada kejadian tidak terduga. Harus resign. Harus cari kerjaan baru. Terdengar seperti execuse sih, cuma ya mau gimana lagi. Mungkin akan post cerita di lain thread, yang pada akhirnya aku merasa kurang maksimal aja membantu ke Connect Festival ini. Terlebih ada beberapa dari timku yang pergi karena ada alasan pribadi. Sisa Tiara yang juga terkadang masih ada kesibukan hal lain.

Serah Terima Ketua Baru IAW

Hayoo, SPOT ME!
Selang beberapa waktu, akhirnya setelah mendapat pekerjaan di Jakarta, aku mulai aktif lagi membantu Connect Festival H-4 minggu. Membuat beberapa press-release content.

Hari H Acara.
Tempat Bersemayam
Intinya terharu!
Pagi-pagi Zaqi datang bawain kopi Good Day karena aku bilang aku ngantuk. Trus, pas menjelang bete-bete nya, putri dan bhekti datang, bawain segelas coklat. So, sweet? SANGAT!

Zaqi and I

Me, Bhekti and Putri!
Awalnya aku bakalan krik gitu karna ga da temen seangkatan yang jadi panitia, ada pun si yuyud dia nya masih ujian. Kan sedih dong. Tapi juga lama kelamaan nge blend aja tuh. Menurutku ini sih the main thing of networking. Harus bisa terhubung dan tersambung dengan semua kalangan tak terbatas angkatan saja.
Ini kerja ini kerja

Meski ada beberapa hal yang kurang di tahun ini, semoga acara selanjutnya akan ada yang lebih baik lagi. Amiin.
Panitia Inti Wikusama Festival. Thank You Team!



See you Mokleters.

-susi octalana-