Pages

6.11.17

Belajar Menerima

Selama menjadi anak rantau ini, aku menerima beberapa pelajaran yang amat teramat banyak. Satu hal yang aku pelajari dan ingin aku share adalah tentang belajar menerima suatu keadaan atau mungkin hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi diri kita. Ah, susah dimengerti ya. Atau begini saja, aku berikan gambaran tentang hal sederhana dimana ini adalah belajar menerima versiku:

Aku menyukai bertanam. Lalu aku mendapatkan sebuah bibit tanaman tetapi tidak tahu itu tanaman apa. Aku menanamnya dan merawatnya penuh kasih sayang. Hingga suatu ketika, aku menyadari bahwa itu adalah bibit tanaman durian. Dimana, aku sangat benci sekali dengan durian karna aroma dan mungkin rasa. Pada akhirnya, pohon tersebut berbuah dan buah nya terjatuh melukai aku.



Aku sudah berusaha membuang buah durian. Tetapi, luka nya masih ada dan terasa sakit. Bahkan bau dari buah durian masih ada pula. Tetapi apa aku harus rela mati karna infeksi luka buah durian? Nope! Aku belajar kembali untuk mengobati luka dari buah durian. Memberikan pengobatan secara teratur hingga sembuh walau tak hilang bekas luka tetapi setidak nya tidak terasa sakit. Menutup hidungku dengan masker agar tak mencium aroma durian. Untuk pohonnya, tak aku tebang. Juga tidak menyesal telah merawatnya. Tetap aku sayang hingga nanti buahnya bisa bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkan.
Cheers. ;)

(susi octalana)

No comments:

Post a Comment